Kesenian tradisional sampelong sendiri tak jauh berbeda dengan kesenian tradisional asal Sumbar lainnya, saluang. Keduanya merupakan bentuk kesenian tradisional berupa pengucapan syair atau pantun khas daerah Minangkabau, yang umumnya berupa ratok (ratapan) hingga pantun yang isinya percakapan sehari-hari.
Adapun alat musik sampelong hampir mirip dengan saluang, tetapi panjangnya hanya 40-50 sentimeter. Selain itu, diameter bambu yang digunakan lebih kecil dibandingkan dengan saluang. Empat lubang di batang buluhnya tidak semuanya digunakan. Hanya tiga yang berfungsi. Satu lubang lagi hanya untuk improvisasi atau ornamesi.
Sampelong sudah ada di Minangkabau sebelum kedatangan Islam. Nada sampelong adalah nada-nada lagu Buddha. Ini dibuktikan kesamaannya dengan nada di Thailand, bangsa yang kebudayaan dan seninya berakar pada agama Buddha.
Sumber : http://www.limapuluhkota.go.id